Paginya, harus juga aku mengantar mama Zia ke rumah sakit. Aku sudah rapi waktu sepupu kampretku dan istrinya datang. “Ngapain lo?” tegurku. “Anter anak anak gue ke rumah sakitlah!!” jawab Nino. “Papa minta tolong bantu kamu, pasti repot karena anak anakmu harus imunisasi jugakan?” jawab papa. Aku tersenyum. “Makasih lo Pret” kataku merangkul bahunya. Dia berdecak pelan. “Hidup elo repotin gue mulu” komennya. Aku terbahak. Dan aku sesali bilang terima kasih padanya. Astaga mau ke rumah sakit aja, bawaannya si kembar banyak sekali. Mulai dari baju ganti, kaleng s**u, botol s**u, kosmetik dan makanan istriku. Hadeh, ampun deh. Udah istriku jadi ikutan bawel seperti kampret. Noninya anteng menggendong Barra, Erdo di gendong istriku. “Saddam!!. Udah di masukin belum semuanya, jangan s

