Tiba waktunya, anak anakku selamatan 40 hari. Ramai dong rumahku, bukan ramai lagi, luar biasa ramai. Keluargaku sudah menginap bahkan sehari sebelum acara di mulai. Keluarga Sumarin, di satukan di rumah Nino, keluarga Isman, di satukan di rumahku. Yang ribet itu ya sehari sebelum acara itu. Kalo aku tertawa terus waktu rambut anak anakku di cukur habis sampai gundul dan, mama Zia dan bunda Noni justru kompak buat paduan suara nangis. “Astaga Non, aku tau suaramu bagus, tapi kalo dengar kamu mewek, tetap aja kaya suara Giant” ledek Nino. Noni semakin kencang menangis dan jadi menular pada anakku yang dia gendong. “Bang, masa anak gue gundul?” rengek istriku juga menangis. Nino menghela nafas. “Emang mesti di gundulin Neng, elo beliin aja sampe metal” jawab Nino. Aku sontak menoyor ke

