Aku bangkit dari posisiku menindih Kezia dan sudah selesai tempur dengan paksa tadi.Lalu aku mengacak rambutku kesal karena lagi lagi harus mengasari Kezia. “Yang...kenapa?”tegur Kezia ikutan bangkit sementara aku bertahan duduk di tepi ranjang dan masih menjambak rambutku. “Maafin aku Kez...”desisku pelan. Dia mendekat lalu berdiri tepat di hadapanku yang terduduk. “Maaf buat apa?”tanyanya mengusap rambutku. Aku menghela nafas lalu mengadah menatapnya. “Maaf aku bikin si Dodo ngamuk tadi”jawabku. Dia tertawa. “Yang aku tanya kenapa Dodo bisa ngamuk lagi,perasaan mama Zia gak lagi genit genit”guraunya. Aku ikutan tertawa lalu menangkap pinggangnya. “Kenapa papa Eno??”tanyanya lagi bersamaan dengan usapannya di kepalaku. “Aku udah bilang abis ketemu setan”jawabku. “K

