BRAKKK!!!. Merriam dengan tidak tau malu,menggebrak meja. “MER!!”bentakku karena aku melihat Kezia terlonjak karena kelakuan Mer. “Duduk Yang...”perintah Kezia tenang lagi. Aku berdecak pelan lalu menurut duduk. “Ayo kita pulang sayang!”ajakku mengabaikan Merriam yang sudah bangkit berdiri dan tatapan bertanya pengunjung lain yang mulai sibuk berbisik. “Kalo ada yang harus pulang,itu bukan kita,tapi Tante Mer ini”jawab Kezia santai menyuap potongan steak yang berhasil dia potong. “Yang...kita pindah aja kalo kamu masih mau dinner”ajakku sambil melap mulutku sudah tidak berminat menghabiskan makananku. “Ren!”protes tante Mer. “Ada perlu apa panggil panggil suami orang?”Kezia yang bereaksi. Merriam seketika tolak pinggang dan menatap tajam ke arah Kezia.Kezia masih terlihat santai

