73.Area waspada

2453 Kata

Aku buru buru membereskan foto dan bergegas mandi juga membelikan apa yang papaku pesan lalu beranjak ke Twins hospital lagi. Mereka senang menyambutku datang, papa dan istriku. Aku yang justru diam tak tau harus bagaimana menyampaikan kejadian ini secara jujur pada Kezia. “ Yang diam aja sih?” tegurnya begitu papa tidur. Aku tersenyum. “ Kamu cape apa kangen tempur?”tanyanya cengar cengir. Aku tertawa. “ Jangan di ingetin,masa mau ngos ngosan sementara papaku sakit “ jawabku. Kezia tergelak lalu memeluk pinggangku setelah mengangkat sebelah tanganku untuk merangkul bahunya. “ Papamu pulang besok pagi,waktu pemeriksaan malam dokter bilang gitu, jadi besok kita bisa tempur lagi “ lapornya lagi. “ Iyakah?, berarti kamu sukses jadi suster dong “ komenku. Kezia tertawa. “ Aku dapat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN