Setelah kepergian Merriam aku bergegas menemui om Edward.Kezia mesti mendapatkan pengawalan full. “Apalagi sekarang?” tanya om Edward. “Tambahin om orang yang jaga istriku” pintaku. “Bukannya mau kamu tarik mundur karena istrimu protes dan ternyata semua aman” jawabnya. Aku mengacak rambutku. “Merriam ancam aku tadi om, dan sasarannya Kezia. Aku gak mau ambil resiko Kezia terancam om” jawabku gusar. Om Edward menghela nafas. “Memang berat melawan perempuan yang cemburu. Okeylah kalo kamu maunya begitu. Satu hal Ren, jangan bertindak gegabah dan sendiri hanya karena kamu geram. Lebih bahaya kalo kamu gerak tanpa perhitungan, ingat sudah ada Kezia yang harus kamu jaga” pesan om Edward. Selesai urusan dengan om Edward, malah Kezia yang ribet. Dia mengamuk waktu pengawal di rumah di ta

