“BANGUN!!!” Aku mengerjapkan mataku dan menemukan istriku sudah tolak pinggang dengan wajah garang. “Habis subuh tuh jangan tidur lagi, malah molor lagi, lupa ya udah punya anak!!” omelnya sambil menarik selimut yang aku pakai. Aku langsung duduk. “Anak anak mana Neng?” tanyaku karena mereka tidak ada di boxnya. “Di culik!!” jawabnya. “Aku serius” protesku. Dia langsung melotot menatapku. “Bikinnya aja kuat gak tidur tidur, udah keluar malah di tinggal tidur. Malu apa sama opah dan kakeknya” omelnya lagi. Aku mengerutkan dahiku. “Siapa opa dan siapa kakek?” tanyaku. Dia menghela nafas dan berhenti masuk kamar mandi. “Papamu minta di panggil opa, ayahku minta di panggil kakek, kan semua udah manggil om Prass eyang kung, kalo semua di panggil eyang, kalo nengok semua gimana?” ja

