Kezia menghentikan tawanya dan melengos waktu aku menarik kursi untuk Kalila duduk di sebelahnya. “Makasih bang Eno……”gebleknya Kalila malah mengusap pipiku. Dan saat aku lirik lagi,istriku sudah melotot menatapku.Aku hanya bisa mengangguk pada Kalila dan bertahan berdiri di belakang Kezia yang duduk.Mana mungkin aku biarkan Kalila yang hamil besar berdiri,nanti brojol. “Kal lo kapan lahiran?”tanya Karin. “Tinggal menghitung hari Kar,eh ini bini bang Eno ya?”tanya Kalila. Kezia mengadah menatapku dan aku tersenyum. “Gue Kalila Syarief,gue……”kata Kalila mengulurkan tangannya. “Astaga bun……..ayah cariin…..kok ya pipis lama banget”Rey ternyata menyusul sambil menggendong Rine. “Dr.Rey……….”desis Kezia bangkit. Aku seketika menghela nafas lega. “Ini……..”desis Kezia lagi. Rey mendekat

