97. Bergerak Terus

2789 Kata

Reza kaget waktu aku muncul di ruko yang sudah sepi. Dia sedang terlihat santai merokok sampai di lempar hanya karena melihatku datang. “Ren, ada apa?, bini gue udah transfer dan setor bagian Kezia kan?” tanyanya sambil menyalamiku. Aku tertawa. “Santuy bro, gue bukan mau nagih jatah bulanan” jawabku. Dia tertawa. “Takut bini gue lupa, ada apa?, Kezia baik baik ajakan?” tanyanya. Aku mengangguk. “Ngopi yuk!!, sambil ngobrol!!” ajakku. Reza mengangguk lalu mengekorku ke lantai atas ruang kerja istriku dulu setelah berteriak beli kopi pada anak buahnya. “Serius amat sih lo?, santai aja dong” kataku karena dia masih terlihat tegang. “Big bos datang, gue takutlah” jawabnya. Aku tertawa. “Gimana perkembangan usaha ini?” tanyaku. Dia menghela nafas. “Tuhkan elo pasti tanya ini?” ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN