Kabar kehamilan istriku membuatku benar benar happy. Waktu akhirnya, keluargaku semua berkumpul untuk makan makan di rumahku, aku menyuruh kedua anakku memberikan sebuket bunga untuk mamanya. “Selamat mama, mama bakalan kasih dede” kata Erdo. Istriku sudah menangis waktu menerima bunga itu dari tangan anak anak dan seluruh keluargaku riuh bersorak dan tepuk tangan. “Tapi dedenya mana?, kita gak pergi ke mall buat ambil?” tanya Barra dan menimbulkan tawa terbahak untuk semua. “Dedenya nanti di perut mama, biar gede dulu, kalo masih kecil udah di keluarin, supaya bisa kamu ajak main” jawab istriku lalu menciumi anak anak kami. Kedua anakku mengangguk dengan nurut, walaupun tidak mengerti maksud mamanya. Memang tidak ada anak bayi atau ibu hamil yang jadi contoh. Jadi aku atau istriku ti

