103. Drama Sunat

3248 Kata

Tiba di Twins Hopsital, bukan jagoan kembar yang tegang, justru aku yang tegang. Mereka berdua gagah berjalan dan menolak di tuntun. Padahal kami orang tua takut mereka jatuh karena pakai sarung. “Benaran ya abang sama dede berani sunat?” tanyaku berjongkong di hadapan mereka berdua. Mereka mengangguk dengan wajah lucu. “Emang kenapa mesti takut?” jawab Erdo. “Tau papa, aku berani kok!!, bang Loki aja berani, padahal kalo aku ajak berantem, bang Loki nangis” jawab Barra. Om Prass dan ayah mertuaku tertawa. Ya nangislah anak Rey, di keroyok berdua. “Ayo siapa duluan?” jeda Nino. “Aku!!, kan aku abang” jawab Erdo di angguki Barra. Aku bangkit menyerah, ya sudahlah. Mereka beneran berani ini. “Dede sama eyang sama kakek, papa sama ayah temenin bang Erdo dulu” kataku pada Barra. “C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN