Kamu tidak lelah bersikap seperti ini? Yakin tidak akan menyesal nantinya? *** "Thanks ya, Zi." Cessa turun dari motor sport Ziandra dan kembali berujar, "Harusnya yang lo anterin 'kan Adis." Cowok itu berdecak. "Dia udah sama gebetannya. Udahlah mending sana lo masuk, gak usah banyak omong." Cessa menaikan sebelah alisnya karena suara Zian yang berubah ketus. Ia hendak melangkah ketika mendapati ribut-ribut dari rumah tetangga depan rumahnya. Bahkan Cessa dapat melihat beberapa motor berjejer rapi. Tak lama kemudian pengurus rumahnya juga keluar dari sana bersama Firda. Mereka tampak bercakap-cakap. Entah apa yang dibicarakan sampai ibu dari Ratuna memegangi tangan Mia diiringi raut sedih. "Kenapa Cess?" "Ha-ah?" Cessa terperanjat, lalu menggeleng. "Eng-gak gak papa kok." "Ada ap

