Mulai Luluh

1065 Kata

Cessa bolak balik mengintip kamar di seberangnya. Ia tidak khawatir pada cowok itu, benar. Cessa hanya hm merasa bersalah. Mungkin karena ucapan kasarnya Dennis kecelakaan. "Gue kenapa sih?" Cessa berjalan ke arah tempat tidur, melentangkan badannya. "Lagian bukan salah gue dia kecelakaan. Yang nyetir juga dia." Cewek itu berusaha membuang perasaan tak nyamannya. Hingga ketukan pintu membuat fokusnya teralih "Non ada neng Davina sama Renata." "Suruh naik aja, bi," pinta Cessa. Tak berapa lama pintu kamarnya terbuka. "Ces?" Cessa menoleh mendengar suara lembut Davina. Rasanya sudah begitu lama tidak bertemu. Padahal dulu selalu bersama setiap waktu. "Hei, masuk sini!" Keduanya terkekeh, berjalan mendekati Cessa. Setelah menyimpan tas, mereka menidurkan badan di sisi kanan dan kiri ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN