Ungkapan Dennis

1002 Kata

Berhentilah. Sudah saatnya kamu menyerah dan pulang. *** "Lo seneng sekarang?" Bukan itu yang ingin Dennis katakan, tapi menanyakan keadaan Cessa secara langsung bukan hal yang tepat. Benar saja, raut sendu tersebut berubah seketika. Cessa tersenyum sinis. "Jelas, lo ... tentu tahu itu." Dennis dapat melihat bibir cewek itu yang bergetar serta genggaman erat pada gaunnya. Mengenal Cessa dalam waktu yang lama membuatnya mengetahui setiap gerak-gerik cewek itu. Ia sangat yakin, ada yang Cessa sembunyikan. Pujaan hatinya tidak terlihat bahagia, berlawanan dengan apa yang terucap dari bibir tipisnya. Dennis melangkah maju dengan Cessa yang refleks mundur. Menghela nafas berat, ia menatap cewek di depannya lamat. "Lo yakin?" "Ya." Cessa menjawab singkat tanpa memandangnya. Namun, Dennis t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN