Demi Tuhan! Sherly tidak menyangka hawa di Kosakora akan sedingin ini. Ia berkali-kali mengusap minyak kayu putih di lehernya. Sudah lama sekali tidak mendaki, bahkan ini tidak termasuk mendaki. "Butuh pelukan?" "Gak usah modus. Mendingan kamu sibukin diri aja, katanya mau bikin kopi, mana?" Ah, sampai lupa. Yoga sudah menyiapkan kopi sachet, hanya tinggal menyeduhnya saja. "Ambilkan air dan isi di panci ini." Baiklah, tidak susah-susah amat. Sherly bahkan berbaik hati memotong dadu tipis-tipis daging yang dibawa Yoga, membumbuinya. "Kamu mau membuat japchae?" "Hmm.." Tuh, kan? Salah lagi. Kenapa sih Yoga selalu saja bisa berbuat banyak hal dengan sempurna dan berlawanan arah dengan Sherly yang serba salah. Tapi Yoga tidak pernah mempermasalahkan semuanya, baginya Sherly meman

