bab 03. Apa yang Terjadi?

584 Kata
*** Pagi hari adalah waktu ternyaman untuk memulai semuanya. Ketenangan, kesejukan dan segala hal yang biasa aku lakukan di saat pagi itu adalah waktu paling di tunggu. Kegiatannya memang terbilang monoton, bangun pagi, mandi, sarapan dan pergi ke kantor. Hal itu yang setiap hari aku lakukan. Di apartemen yang sangat membuatku nyaman ini. Tapi aneh. Pagi ini, aroma yang biasanya menenangkan itu tidak ada di kamarku. Apa pengharum ruangannya sudah habis? Aku membuka mata, pemandangan asing terlihat di langit-langit ruangan, aku tidak kenal tempat ini. Suara dengkuran halus di sampingku tampak tenang. Tunggu! Siapa pria yang tidur di sampingku ini! "Astaga!" apa yang terjadi? Tidak! Tidak! Tidak! Ini tidak mungkin. Apa aku baru saja bangun di kamar tidur seorang pria? Tidak! Jelas-jelas ini di hotel, ruangan ini. Tapi, bukankah semalam aku ada di pesta pernikahan Loopsy? Lalu apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini? Ini pasti ada kesalahan. Dan, siapa pria yang ada di sampingku ini? Bagaimana aku bisa bersamanya! Sebelum pria di sampingku ini bangun. Sebaiknya aku pergi dari sini. Sial! Ceroboh, kenapa aku harus jatuh di saat seperti ini. Selimut sialan. "Siapa kau!" dia bangun! Aku menoleh menatap pria yang sudah duduk menatapku dengan tajam. "Bukankah, seharusnya saya yang bertanya pada anda, Tuan. Kenapa saya bisa ada di sini?" dia tampak kebingungan. Tunggu, wajah itu .... "Bukankah, anda, Tuan Rion?" pria itu tampak terkejut. Sepertinya aku benar. "Dari mana kau tau namaku?" apa ingatannya sangat buruk. "Kita bertemu di pernikahan Loopsy semalam. Anda adalah tunangan Leah, teman Loopsy." Pria itu sepertinya baru ingat. "Apa yang sudah kau lakukan padaku?" Apa! Kenapa dia bertanya padaku, harusnya aku yang bertanya padanya. "Saya tidak tau. Saat saya bangun, saya sudah ada di sini." Untung saja, saat bangun tadi, aku menggunakan baju dalam. Jadi saat ini aku berdiri hanya di tutup selimut. "Lalu, anda sendiri, apa bukan anda yang membawa saya kesini?" "Bicara apa kau ini. Aku sudah punya tunangan!" pria itu bangkit dari tempat tidur, untunglah dia memakai celana pendek. Sebenarnya apa yang terjadi semalam? "Saya tidak ...." Suara bel membuat kami sama-sama menoleh kearah pintu. "Biar aku yang membukanya, sepertinya petugas hotel." Rion meninggalkanku, aku sendiri langsung bergegas menuju kamar mandi. *** Sebenarnya apa yang terjadi? Aku bahkan tidak tau kenapa bisa berada di tempat ini. Tapi sekarang, aku mendapat satu tamparan juga sumpah serapah yang keluar dari mulut wanita, yang katanya adalah tunangan Rion. "Dasar, wanita jal*ng. Berani-beraninya kamu tidur dengan pria yang sudah memiliki tunangan." Apa maksudnya itu. Jadi, dia mebuduhku menggoda tunangannya begitu! Tch yang benar saja. "Aku tidak tau apa yang kamu bicarakan." "Penipu!" Wanita bernama Leah itu menjambak rambutku. Perkelahian macam apa ini, aku tidak akan melawan, tapi aku juga tidak ingin diam saja. Rion tampak menenangkan Leah dari kemurkaannya. "Leah, berhenti!" Sakit sekali kepalaku. Wanita ini menjambak rambutku dengan sangat kencang. "Arion! Kamu membelanya?" "Tidak, bukan begitu, sayang. Dengarkan aku, kami di jebak, aku tidak tau siapa yang sudah melakukan ini." "Aku tidak perduli! Kamu meninggalkan aku semalam, dan ternyata kamu malah bersama wanita lain!" Leah melepas cincin yang melingkar di jari manisnya, lalu melemparkannya pada Rion. Rion terdiam sesaat, sebelum pria itu bergerak cepat dan menarik pergelangan tangan Leah. "Apa maksudnya ini?" "Rion, kamu tau. Aku sangat membenci pembohong dan penghianat sepertimu. Jadi, mulai sekarang, aku memutuskan pertunangan ini. Jangan menghubungi aku lagi!" Leah pergi dari ruangan ini. Dan aku, aku hanya bisa diam melihat adegan yang benar-benar di luar dugaanku, bahkan ini sama sekali tidak ada dalam list kehidupanku. Ini pasti mimpi buruk! ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN