Lesu. Pagi ini entah mengapa Gala merasa luar biasa lelah. Pikiran Gala sekarang terasa bercabang-cabang. Seperti yang awalnya n-oktana berubah menjadi, 2-2-3-3-tetrametilbutana. Atau bahkan lebih dari itu. Masalah keluarga, lebih tepatnya, masalah cowok itu dengan saudara kembarnya yang sampai sekarang tak ia tahu pangkalnya di mana, tidak kunjung selesai juga. Juga ujian-ujian yang sebentar lagi akan ia laksanakan, tryout, simulasi, atau les setiap sore yang sejujurnya bisa saja ia tinggalkan. Belum lagi tugasnya di luar itu. Semua itu mengganggu pikiran Gala, dan rasa-rasanya, kepala cowok itu akan meledak hebat melebihi kota Hiroshima yang dibom atom oleh Sekutu. Bedanya, yang hacur adalah segala sesuatu yang bercengkrama di benaknya. "Kak Gala!" Seseorang tiba-tiba menggamit lengan

