“Nek?” panggil Aletha mulai masuk ke area dapur yang dimana Nek Laras berada sekarang. “Eh, Nak Aletha. Ada apa?” “Aletha sama Mas Edgar udah selesai, Nek, makannya. Kita mau pamit sekarang.” “Mau pulang sekarang? Mau nenek bungkusin sotonya buat di rumah?” Nek Laras yang juga sudah menganggap Aletha sebagai cucu sendiri kini bersikap layaknya seorang nenek terhadap cucu kandungnya. Dia sangat memperhatikan Aletha walaupun mereka baru satu kali bertemu. “Gak usah, Nek. Gak perlu repot-repot. Kita udah kenyang, kok. Kita mau pamit sekarang. Assalamu’alaikum, Nek.” Setelah berpamitan dan mencium tangan Nek Laras, Aletha langsung berjalan menuju ke mobil. Dia meninggalkan Edgar bersama Nek Laras takut-takut ada yang mau diobrolkan. “Edgar pamit, Nek. Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum sa

