Bagian 33 : Freight Collected

1068 Kata

“Nay, ke bawah yuk. Gue laper, nih.” Aku yang tengah fokus menatap layar komputer mengalihkan pandangan, lalu menatap Feni yang sudah bersiap keluar untuk makan siang. Aku melirik jam yang berada di pojok kanan bawah layar komputer, lalu memutuskan untuk meng-save lembar kerjaku dan ikut bersama Feni turun ke kantin. Saat sampai di kantin, Mbak Nindi dan Aris sudah berada di salah satu kursi dan melambaikan tangannya ke arah kami, meminta untuk ikut bergabung. Aku baru menyadari kalau ada anak dari divisi lain yang bergabung di meja kami. Teman Aris – dia memperkenalkan dirinya dengan nama Adam. Aku duduk di samping Adam karena Feni memilih kursi kosong di seberangku. “Hai, kenalin, aku Adam.” Adam memperkenalkan dirinya, lalu mengulurkan tangannya yang kujabat dengan senyum kikuk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN