Di ruangan kerjanya, Darius sedang bercerita penuh kegembiraan dengan Indira. Ada seberkas keceriaan ketika kemarin Indira menghubunginya, meski hanya untuk meminta pekerjaan. Tapi jelas Darius merasa senang karena merasa berguna untuk Indira. Bagaimanapun, gadis ini sudah lebih dari sekedar teman. “Kamu nggak usah khawatir, Pak Satya ini orang yang baik. Tadi dia sedang mengusahakan akan mencari tempat yang mungkin tepat untukmu.” Indira tersenyum senang. “Maaf selalu bikin repot kamu, Darius. Karena meski sudah setua ini, bahkan untuk mencari kerja saja aku selalu melibatkan orang lain. Sebenarnya aku sudah menghubungi beberapa lowongan, tapi aku selalu terlambat,” Indira hanya bisa tersenyum kikuk sekarang. “Jadi...ya...akhirnya aku ingat kamu barang kali bisa menbantuku.

