NOKTAH

2196 Kata

Setelah hari interview yang aneh itu, Indira menjalani hari-harinya dengan ceria. Meski rasa aneh itu tetap saja menggayuti hatinya. Bagaimana tidak, jika orang lain dipanggil interview untuk wawancara berbagai macam hal, tapi tidak dengan Indira. Gadis itu hanya harus datang kemudian disodori kertas kontrak dan ikatan pekerjaan begitu saja. Bahkan ketika Indira menanyakan kemudahan yang dia terima, Bu Astrid hanya tersenyum. Tanpa memberi jawaban sama sekali. “Semua calon pegawai yang sudah mendapat panggilan, akan langsung teken kontrak, In.” Hanya jawaban itu yang diterima Indira ketika Indira menanyakannya. Indira hanya menganguk, belajar untuk menerima apapun sistem kerja di tempatnya yang baru kali ini. Dia hanya berharap, agar hidupnya menjadi lebih baik, seperti keinginannya se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN