BAYARLAH TANPA UANG

2200 Kata

Malam ini Ibra pulang ke rumah setelah meminta suster untuk menjaga Indira, jika sewaktu-waktu gadis itu sadar. Tubuhnya tentu saja penat mengingat dari pagi belum sempat istirahat sama sekali. Setelah semalam yang menghabiskan tenaga, ditambah seharian tadi yang menguras emosi karena kekhawatiran yang berlebihan, membuat ketegangan di kepala Ibra semakin tinggi. “Bik, mungkin malam ini saya nggak pulang, ada teman yang di rawat di rumah sakit. Jadi saya akan menungguinya,” pamit Ibra saat dia selesai mandi dan makan sekedarnya di rumah. “Apa perlu saya bawakan makanan, Pak ?” Ibra menggeleng. “Kalau saya lapar, saya bisa mencarinya di kantin rumah sakit.” Si bibik mengangguk sopan. “Jaga rumah baik-baik, Bik. Dan siapkan saja kamar, mana tahu nanti teman saya segera sembuh, saya aka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN