Indira menatap lagi-laki didepannya itu dengan tatapan horor. Bagaimana tidak ? Laki-laki itu bilang bahwa Indira bisa membayarnya tanpa uang. Dan sungguh, ribuan pikiran kotor membahana di kepala Indira. Seketika wajahnya semakin memucat, apalagi saat laki-laki itu kini telah berdiri menjulang di hadapannya. “Maksud ... maksudnya ... saya ... saya harus membayar de ... dengan ...,” Indira berkata dengan terbata-bata. Tapi kemudian terdengar tawa Ibra sedikit membahana memenuhi gendang telinga Indira. Membuat perempuan itu mengerutkan keningnya. Dan entah mengapa ketakutan dan rasa khawatirnya sedikit menurun dari level sebelumnya. “Jangan berprasangka buruk, Indira. Aku tak akan meminta apapu untuk apa yang sudah aku bayarkan untuk kesembuhanmu. Jadi jangan pernah berpikir bahwa kamu b

