Sudah seminggu ini Indira bekerja sebagai OB di kantor Daniel. Semua nyaris tak ada masalah dengan pekerjaannya. Meski sebagian besar pegawai kantor memandangnya sebelah mata, tapi itu tak membuat semangat Indira untuk tetap bekerja akan surut. Justru hal ini menjadi cambuk agar Indira mengerjakan semua tanggung jawabnya secara sempurna. Dan demi menuruti keinginan Ibunya, Daniel memang mengantar dan menjemput Indira bekerja. Namun Indira tahu diri, maka dia selalu minta turun dan dijemput pada sebuah halte yang terletak sekitar 200 meter dari lokasi kantor mereka. Tapi pagi ini, Daniel tak menghentikan mobilnya di halte bus sebagaimana biasa. Dan ini tentu saja membuat Indira heran hingga menatap Daniel dengan penuh tanya. Apalagi pagi tadi, saat laki-laki itu menjemputnya, dia meminta

