Raden membawa Sena pulang, setelah puas menahan tangannya untuk mencengkram leher lelaki yang hampir menyakiti fisik istrinya. Dalam diam dan wajah penuh amarah, pria tampan ini bersumpah bahwa hal yang baru saja ia lihat, tak akan pernah terulang kembali. Sekarang Raden menyadari, wajar saja jika Sena trauma dengan caranya memperlakukan dia. Emosi itu, suara amukan, sikap dingin, tatapan kejam, semua sangat menyakitkan. Lalu bagaimana wanitanya bisa bertahan sampai sejauh ini. Dia benar-benar kuat dan tegas, itulah penilaian kedua seorang Raden Wibowo terhadap istrinya. 'Di dunia ini, ternyata masih ada wanita sehebat dia. Nena, kamu di mana?' Tanya Raden tanpa suara. 'Apa kamu juga mengalami kesulitan yang sama dengan Sena? Tidak! Hanya nama kalian saja yang sedikit mirip, tapi aku har

