Arya duduk di ruang televisi dan Seline tidak keluar sejak tadi, Arya mulai khawatir. Aku harus memaksanya bicara, seandainya dia bilang dia tersiksa setidaknya aku harus tahu. Tapi bagaimana kalau dia mengatakan itu? Sanggupkah aku saat ini berpisah dengannya? Rasanya tidak! Arya membuka pintu kamar itu tanpa mengetuk, terdengar suara isakan lembut. Ya Tuhan, benarkan Seline sedang menangis. Tubuhnya yang bergetar membelakangi Arya, tubuh mungil dan indah dengan lekukan yang menggairahkan. Bahkan dalam suasana seperti itupun Arya memuji keindahan wujud Seline. "Seline." Bisiknya pelan. Dia memutar tubuh Seline, mata Seline terpejam basah oleh air mata. "Seline bilanglah, ada apa?" Seline menggeleng kuat, masih tak membuka matanya. Arya mengecup mata Se… Seline melompat-lompat di kam

