Maya terbangun perlahan.
Cahaya pagi yang lembut menyelinap melalui celah tirai.
Kepalanya masih berat, tubuhnya lemah, tetapi demam panas yang membakar semalam sudah mulai mereda.
Saat matanya terbuka, ia melihat sosok Arka... tertidur di kursi dekat ranjang.
Kepalanya bersandar ke belakang, napasnya teratur.
Maya menatapnya diam-diam.
Ada sesuatu di dadanya yang menghangat.
Arka... tetap di sisinya sepanjang malam?
Sebelum pikirannya sempat berlari lebih jauh, suara getar ponselnya memecah keheningan.
Dengan susah payah, Maya meraih ponselnya dari meja kecil di samping ranjang.
Ada satu pesan masuk.
Nomor tak dikenal.
Tapi isi pesannya membuat jantung Maya serasa berhenti berdetak.
"Kau pikir kau bisa mencuri hidupku begitu saja, Maya? Aku akan kembali. – Maira."
---
Ponsel hampir terlepas dari genggaman Maya.
Tangannya gemetar hebat.
Maira.
Kakaknya.
Kakak yang telah kabur di hari pernikahan...
Kakak yang menyeretnya ke dalam semua kekacauan ini.
Maya menutup mulutnya, berusaha menahan isak.
Ia menatap Arka yang masih tertidur di kursi.
Begitu damai.
Begitu tidak tahu apa-apa tentang badai yang kembali mengancam mereka.
Maya harus kuat.
Ia harus melindungi Arka — bahkan jika itu berarti mengorbankan dirinya sendiri lagi.
---
Hari itu berlalu dalam diam.
Arka hanya bertanya singkat tentang kesehatannya, lalu kembali tenggelam dalam pekerjaannya.
Maya berusaha bersikap biasa.
Berusaha menyembunyikan kegelisahan yang terus bergemuruh di hatinya.
Tapi malam hari, pesan kedua datang.
"Kalau kau tidak menyerahkan semuanya, aku sendiri yang akan menghancurkanmu, Maya. Termasuk... pernikahan palsumu itu."
Maya menggigit bibirnya keras hingga berdarah.
Pernikahan palsu.
Rahasia terbesar yang hanya diketahui oleh keluarga mereka — dan jika rahasia itu terbongkar...
Bukan hanya Maya yang hancur.
Arka juga.
Maya menunduk, air matanya jatuh satu per satu ke lantai.
Dalam hatinya, ia bersumpah:
Ia akan melindungi Arka. Apa pun yang terjadi.
Meskipun... mungkin itu berarti harus melepaskan orang yang diam-diam mulai ia cintai.