30: Harus Pergi

464 Kata

Aku sedang menunggu di luar ruang operasi Deeka. Aku, Roni, dan seluruh keluarga Deeka menunggu dengan perasaan yang cemas. Apa akan berhasil? Sudah hampir dua jam kami menunggu. Aku tidak tahu, berapa lama lagi aku sanggup menunggu. Semua pemikiran negatif tiba-tiba memenuhi kepalaku. "Ra, lo harus kuat." Roni menepuk bahuku dengan lembut. "Gue takut, Ron. Gue nggak mau Deeka—” Roni memelukku, dan berusaha membuatku tenang. "He'll be fine. Stop crying." Aku menutup wajahku, dan berusaha berhenti menangis. Tapi, rasanya sangat sulit. Beberapa detik kemudian, ponsel di saku celanaku tiba-tiba bergetar. Aku melepas pelukan Roni, dan langsung mengangkat telepon. Dari guruku? Ada apa? "Nara, kenapa kamu tidak masuk?" "Oh, saya izin. Hari ini... Deeka operasi, Bu." "Astaga, kamu lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN