Sepulang sekolah, ketika aku akan berangkat ke rumah sakit bersama Roni, Sandra sempat bertanya padaku, "Ngapain pulang sama Roni?" Aku tidak mungkin bilang, kalau aku ingin menjenguk Deeka. Roni memintaku untuk merahasiakan hal itu. Jadi, aku bilang saja kalau aku mau jalan-jalan. Sumpah, itu spontanitas. Tapi, Roni tidak terlihat keberatan. Dia malah tersenyum geli melirikku. "Ya udah, have fun." Sandra tersenyum padaku. Tapi, senyumannya cukup aneh. Apa jangan-jangan, Sandra berpikir, aku jahat pada Deeka? Dia tahu aku menyukai Deeka, tapi aku malah bilang ingin berkencan dengan Roni. Ah, aku bodoh. "Berangkat sekarang, Nona?" tanya Roni, dan aku hanya menepuk punggungnya dengan kencang. Sepanjang perjalanan, pikiranku hanya tertuju pada Deeka. Apa dia baik-baik saja? Apa dia sud

