Pilihan Erisa

2177 Kata

Erisa berusaha mendudukan diri dengan bersandar pada kepala ranjang, gadis itu mengerjapkan matanya sayu sembari masih enggan mengalihkan pandangannya pada suster di samping ranjangnya yang sedang mengobrol lirih dengan dokter mengenai keadaannya. Gadis itu tersenyum nanar mendengar kabar buruk yang sudah ia pastikan akan terjadi padanya. Ia pun berusaha membuka matanya yang terasa memberat lalu memanggil suster lirih. “Kenapa, mbak?” Tanya suster sudah mendekat dan membantu Erisa untuk duduk tegak. “Boleh pinjam kertas sama pulpen gak, sus?” Ujarnya tersenyum samar membuat suster menolehkan kepala ke arah dokter yang langsung menganggukan kepalanya pelan mengiyakan. “Mau nulis apa?” Lanjut suster masih bertanya. “Nulis surat buat seseorang, sus. Takutnya saya beneran udah gak bisa lihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN