William tampak tak begitu fokus dengan rapat yang di lakukan secara mendadak itu. Dalam rapat tersebut telah membahas program kesehatan untuk beberapa rumah sakit yang baru saja resmi di buka. Itu lah kenapa William harus kembali ke Indonesia meskipun sedikit tak rela, agar dirinya bisa mengikuti secara langsung rapat tersebut. Karena program kesehatan ini merupakan impian dari almarhum ibunya, jadi dirinya harus turun tangan bersama Daren sang ayah untuk meminimalis kejadian yang tak di inginkan. Meski tatapan matanya memandangi grafik yang di jelaskan oleh wakil direktur perusahaan yang dia pimpin, namun sayangnya sedari tadi otaknya kembali mengingat informasi yang ia dapat dari Heri. Lelaki itu merasa hidupnya sekarang semrawut, ribet dan sangat ruwet. Berkali-kali mencoba menjelas

