Setelah malam itu, Dameeka kembali menjadi dirinya yang dulu. Berpenampilan menarik tanpa peduli lagi dengan cibiran para tetangganya yang mengatakan dirinya hanyalah penggoda. Semua itu berkat Cindy, tetangga barunya yang terlihat lebih tulus di bandingkan semua orang yang pernah berada di sekelilingnya. "Kamu kenapa diam saja? Apa sudah saatnya melahirkan?" Pertanyaan polos itu seharusnya seperti sebuah lawakan, namun Cindy tak lagi memiliki hasrat untuk bercanda dengannya. "Hey, dengar...!" Dameeka mencoba menarik atensinya tapi tetap saja gagal. "Cindy... Kalo kamu tetap saja diam, maka aku akan kembali memakai daster lagi agar kamu menganggapku ibumu." gerutunya kesal namun itu lumayan ampuh membuat Cindy tersenyum tipis. "Ayolah cantik... Sebenarnya apa yang mengganggumu, kenap

