"Kenapa anda datang tak mengabari saya terlebih dahulu...!?" William menyeringai, "aku hanya ingin melihatnya tanpa berniat menemuinya." "Anda hampir saja ketahuan." William menghela nafas panjang, ia membuang pandangannya ke arah jalanan saat Heri menggerutu akan keteledorannya. "Dua minggu lagi aku akan kembali Heri, jadi siapkan tempat untukku." Heri mengangguk kaku. "Saya heran..." William menoleh sejenak dan kembali memandang ke arah jendela mobilnya. "Tentang?" "Kenapa semua wanita keras kepala." "Siapa maksudmu? Apa ada yang terjadi pada Cindy?" "Tidak." jawabnya singkat padat datar. William menoleh ke arah Heri lagi karena tak paham dengan ucapanya. "Lalu apa yang membuatmu heran?" "Istri anda." "Terkadang aku tak paham dengan perkataanmu Heri, lebih baik kamu dia

