"Berengsekk... Siapapun kalian, lepaskan aku." serunya, terus menerus memaki siapa saja yang tak menampakan diri di hadapannya. Tubuhnya terperangkap dengan posisi duduk tak berdaya di kursi kayu. Sendiri di sana di dalam ruangan sempit yang minim pencahayaan. "Apa salahku? Kenapa kalian menculik ku?" serunya lagi, namun hanya ada suara angin serta decitan kayu dari kursi yang menjawab ucapannya. "Aku mohon, lepaskan aku. Kasihani lah aku..." Tampaknya sia-sia dirinya berteriak, memaki, marah, bahkan berontak mencoba melepaskan ikatan jerat tali yang melilit di tubuhnya. Karena yang ada malah, dirinya melukai tubuhnya sendiri. "Siapapun yang di luar, maafkan aku... Hiks, hiks." "Apa kalian tidak kasihan pada wanita tua ini? Saya kesakitan, hiks." ujarnya memohon. "Siapapun di luar

