"Mana Irfan?" Leo mengendikan kedua bahunya tak tahu karena dirinya sudah cukup merasa pusing sendiri dengan sikap kedua wanita yang bergentayangan di rumahnya. "Bimo nggak ada, Irfan juga nggak dateng. Cuma gue sama lo di sini, sepi rasanya." gerutu William lantas ikut menegak alkohol yang sudah tersedia penuh di meja. "Pulanglah, gue pengen sendiri." William menoleh sekejap, namun dirinya kembali menegak alkohol. "Kenapa? Lo nggak suka gue di sini? Apa lo mau maen sama jalaang di sini?" "Ide bagus..." "WHAT...?!" serunya. Demi apa, William sangat amat terkejut dengan jawaban dari Leo. Di antara mereka ber-empat, Leo bukanlah manusia yang suka bermain dengan makhluk yang bernama wanita. Bahkan menikahi Cailey, merupakan sebuah keajaiban mengingat dirinya tak pernah memperlihatka

