Keputusan Berat

1164 Kata

“Bang kita perlu bicara. Ini bukan keputusan yang main-main, pernikahanmu kurang dua hari lagi, dan aku belum siap untuk itu.” Tita menyeret paksa Shaka untuk keluar dari rumahnya dan duduk di teras depan. Beberapa menit lalu Pak Su izin untuk tidur lebih dulu dan karena tak ingin kejadian tadi terulang kembali, Tita mengajak Shaka untuk bicara di luar saja. “Kamu gak siap untuk apa? Aku gak minta apa pun dari kamu kecuali ketersediaan kamu untuk gantiin Clarisa. Kamu tinggal diam, MUA aku suruh ke sini, baju juga sudah kamu conba kemarin dan bagus banget, kita menikah, dan semuanya selesai,” jelas Shaka. Tita menggelengkan kepala tak mengerti. Bagi dia, Shaka sudah terlalu cukup umur untuk paham apa yang seharusnya dia lakukan dan konsekuensi apa yang akan terjadi dari pernikahan darur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN