Shaka meremas kuat selembar kertas yang ada di genggamannya. Untuk kedua kalinya gadis yang dia percaya, bahkan dia cinta meninggalkannya begitu saja. Shaka masih belum mengerti, apa kesalahannya? Kenapa Clarisa begitu tega melakukan ini? Pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Dan disaat semua sudah siap, lagi-lagi wanita itu pergi meninggalkannya. Shaka masih berdiri mematung di depan pintu kamar indekos Clarisa. Dua hari lalu mereka masih bertemu, dan sekarang gadis itu sudah menghilang. Kemana dia? Hubungan mereka selama ini baik-baik saja, meskipun sejak kejadian hilangnya Clarisa secara tiba-tiba di pembukaan Distro, gadis itu nampak lebih pendiam. Namun, kenapa? Ada apa? Kalau Shaka bersalah, harusnya Clarisa memarahinya. Atau kalaupun wanita itu ada masalah, harusnya dia ce

