Terabaikan, lagi

1210 Kata

“Bang Shaka maaf, ya, soal kemarin, soal omonganku juga. Aku gak enak banget kita diem-dieman begini.” Akhirnya Tita memilih mengalah dan meminta maaf duluan kepada Shaka. Rasanya memang tak sopan saja jika dia terus berdiam seperti ini. Hari ini, sepulang sekolah seperti biasa Tita memang langsung ke Distro. Ada jadwal pemotretan baju baru untuknya. Sebelum memulai bekerja, Tita sengaja mendatangi Shaka yang tengah berada di ruangannya. Kalau salah satu tidak ada yang mengalah, entah sampai kapan perang dingin akan terus berlangsung. Shaka yang sedari tadi fokus pada ponselnya langsung mendongak. Matanya sedikit menyipit melihat Tita ada di hadapannya. Dia sedikit terkejut karena akhirnya Tita yang lebih dulu datang padanya. Padahal, dia sendiri berniat untuk minta maaf hari ini. Namun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN