Sudah hampir dua hari Tita melakukan aksi mogok bicara kepada Shaka. Gadis itu memang selalu datang ke distro, tapi setiap berpapasan dengan Shaka, dia selalu memilih menghindar. Kalaupun terpaksa harus bicara, Tita memilih untuk menjawab sekenanya. Shaka sendiri bingung harus bersikap bagaimana. Setelah merenungkan sendiri tingkahnya, dia sadar memang dia yang salah. Tak seharusnya saat itu Shaka melakukan hal di luar batas, lagi pula dia sudah ikut campur terlewat jauh. Mau kembali atau tidak, tentu itu hak Tita sepenuhnya, jadi kenapa dia yang merasa keberatan? Shaka tak berhenti melihat gerak-gerik Tita sedikit pun. Jika gadis itu tengah sendiri, ingin rasanya dia datang dan langsung menegurnya. Namun, lagi-lagi niatnya selalu gagal karena kalah dengan egonya sendiri. Shaka merasa ta

