“Bapak ngomong apa, sih? Kenapa harus ada pilihan antara mereka berdua?” “Karena kamu sudah dewasa, Nak. Kamu bahkan sudah bisa menunjukkan ketertarikan kepada lawan jenis. Bapak tidak bisa menjagamu di luaran sana, tidak mungkin juga Bapak melarangmu keluar rumah dan hanya menguncimu di kamar. Jadi, Bapak hanya ingin kamu mendapatkan yang terbaik dan tidak salah pilih saja.” Petuah Pak Su Tita dengarkan dengan seksama, meski sejujurnya dia merasa bapaknya itu terlalu berlebihan menyuruh dia memikirkan sebuah pilihan sedangkan lulus SMA saja belum. “Bapak, jauh sekali mikirnya? Aku belum lulus sekolah, lagian aku mau kuliah dulu, cari kerjaan juga yang layak biar bisa bahagiain bapak.” “Kamu bahagia saja, bapak sudah bahagia. Kenapa Bapak wanti-wanti sejak sekarang? Karena kamu cewek

