“Kenapa baru datang? Harusnya sekolah sudah bubar dari sejam yang lalu, kan?” Shaka menatap tajam ke arah Tita yang tengah sibuk mengambil napas gara-gara berlarian menuju distronya. “Maaf, Bang. Tadi ban motor Atta bocor. Jadi kami cari tukang tambal ban dulu,” jelas Tita. Sejujurnya, Tita takut saat melihat ekspresi Shaka yang jauh dari biasanya. Selama ini, meskipun mereka sering bertengkar, tapi Shaka tidak pernah menampilkan wajah seperti ini. Apa kali ini kesalahannya benar-benar parah? Terlihat Shaka mengembuskan napas sedikit kasar. Dia bangkit dari tempatnya berdiri dan mendekat ke arah Tita. “Lain kali bedain, ya? Kapan waktunya pacaran, kapan waktunya kerja. Semua kru sudah nunggu kamu doang daritadi. Waktu kita mepet, baju sudah datang seminggu lalu, tapi promo katalog sa

