"Aku bakalan bahas ini dengan mereka, Cha. Kamu juga pasti sudah kenal dengan mama dan papaku, kamu pasti tahu watak mereka. Asal aku bisa jelasin, mereka pasti bisa mengerti," ucap Shaka penuh keyakinan. Clarisa tak langsung menjawab, dia bahagia dengan ucapan Shaka, tapi dia juga tak yakin, bisakah Shaka benar-benar menerima keadaannya? Bagaimana nanti suatu saat lelaki itu menyesali keputusannya? Lagi pula, apa benar keluarga Shaka mau menerimanya? Melihat Clarisa hanya terdiam, Shaka meraih tangan Clarisa yang ada di meja. Digenggamnya tangan itu agar Clarisa semakin yakin dengan kesungguhannya. "Untuk saat ini, aku hanya ingin mendengar jawabanmu. Kamu mau kan kembali padaku? Kita wujudin mimpi-mimpi kita yang dulu pernah tertunda. Kembali jadi sumber bahagiaku seperti dulu lagi,

