"Pagi, Tita. Tumben gak baca novel?" Adel yang baru saja memasuki kelas sedikit merasa aneh saat melihat Tita tak membaca novel seperti biasanya. Gadis itu hanya terdiam sembari menatap ke arah luar kelas melalui jendela. Tita menoleh, memberi seuntas senyuman kepada Adel. "Pagi juga, Del." "Kenapa sih? Tumben murung?" Adel mengambil tempat duduk, memiringkan tubuhnya ke arah Sahabatnya itu. "Kemarin Atta ke rumah ngajakin jalan." "Waaah ... kemajuan dong," potong Adel cepat. "Tapi batal gara-gara abangmu itu batal semua rencananya." "Loh? Kok bisa?" Tita mulai menceritakan kejadian yang dia alami kemarin. Dari semenjak kedatangan Atta hingga kejadian di lokasi pemotretan dia ceritakan semua. Adel yang hanya mendengarkan diam-diam merasa senang karena tingkah abangnya itu. Mun

