Patah Hati

1007 Kata

Tita melenggang dengan santai berjalan di sisi jalan. Sesekali dia menyeruput es teh sisri yang ada di tangan kanannya. Pagi ini, Pak Su menyuruh putrinya itu untuk membeli beberapa kebutuhan warung ke pasar. Berbeda dari biasanya yang selalu membawa motor atau naik ojek, kali ini Tita memilih berjalan kaki. Sekalian cuci mata katanya. Jarak dari pasar ke rumah Tita memang tak seberapa jauh. Tita hanya perlu melewati beberapa gang perkampungan dan sebuah taman bermain kecil untuk menuju tempat tujuannya. Tita menajamkan mata saat melewati taman bermain. Dia menangkap satu sosok yang begitu kenal, lelaki yang beberapa bulan ini menyandang status pacarnya. Andai saja pemuda itu sendirian, Tita tak perlu banyak pertimbangan untuk mendekat. Bedanya kali ini Atta sedang bersama perempuan lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN