“Ray?” Panggilan pelan Clarisa itu membuat Shaka tersadar. Dalam hati dia merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa dia memuji cewek lain di depan calon istrinya. “Ah, maksudku, baju yang dia pakai cantik, sepertinya itu bakalan lebih cocok buat kamu. Jadi, kalau kita mabil yang itu saja bagaimana?” jelas Shaka dengan swedikit gugup. Clarisa terdima sejenak, hingga kemudian dia mengangguk dan tersenyum. “Oke, kita ambil yang itu saja. aku juga suka, cocok sama jas kamu juga,” jawab Clarisa. Saat Clarisa kembali masuk ke ruang ganti, Shaka mengembuskan napas lega, terlihat wajah pias Tita pun berangsur pulih. Padahal sedang tidak selingkuh, tapi mereka seperti dua orang yang sedang ketahuan istri sah. Tita kembali ke dalam ruang ganti dengan sedikit kelegaan. Dia ingin sekali memaki Sh

