Pengantin Cadangan

1619 Kata

“Tit, nanti temenin aku, ya? Males kalau Cuma sama Bang Shaka dan Kak Cha doang. Gak seru.” “Emang mau ke mana?” tanya Tita heran. “Cari gaun buat nikahan Bang Shaka. Harusnya Mama, tapi dia lagi sibuk bikin konten. Apa-apaan malah anaknya yang disuruh berangkat. Nanti kalau gak cocok saja, anaknya disidang tujuh hari tujuh malam. Repot memang sama emak-emak jaman sekarang,” omel Adel. “Terus hubungannya sama aku, apa?” “Ya, kamu temenin aku. Sekalian ukur baju kamu juga. Kamu harus dapat bagian juga, biar besok bisa temenin aku juga pas acara. Males banget harus ikut nemuin tamu mama papa yang sudah tua-tua.” “Ogah! Kan aku bukan bagian dari keluarga. Aku datang, tapi sebagai tamu undangan saja.” “Kamu memang harus datang, tapi harus pakai seragam pula, kalau perlu pakai kebaya dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN