“Kemana saja? kenapa menghilang dua hari ini? Kenapa pesan-pesanku gak pernah dibales? Kamu juga gak angkat telponku? Kenapa? Aku ada salah?” Hal yang dua hari ini Tita hindari terjadi kejadian juga. Entah tahu dari mana dirinya sedang ada di kampus barunya, Atta menyusul Tita yang sedang menunggu Adel menyelesaikan administrasinya. “Kamu kok ada di sini? Bukannya kamu gak akan kuliah di sini?” tanya Tita mencoba mengalihkan pembicaraan. Atta menggeleng. “Jangan berbicara hal lain, Ta. Jawab saja pertanyaanku. Lagian kenapa kalau aku tahu kamu di sini? Kamu gak suka ketemu aku? Kamu bosan?” lagi-lagi Atta memberi pertanyaan beruntun kepada Tita. Tita mengembuskan napas pelan, dia bingung harus mengalihkan seperti apa lagi, tapi jika dia harus jujur kepada Atta tentang pernikahannya, su

