Shaka berdiri dari tempatnya, tak ada lagi yang bisa dia lakukan dan dengarkan di sini. Semua sudah jelas adanya, perasaan Clarisa tidak seserius itu untuknya. Entah apa maksudnya dia mau bertahan tujuh tahun lamanya dulu. Kalau hanya berniat mempermainkan, kenapa harus Shaka korbannya? Kenapa harus selama itu? Shaka tak ingin mendengar tentang apa pun lagi. Baginya, semua sudah selesai, kemarin dia sudah menutup rapat tentang Clarisa, tapi layaknya sebuah rumah yang ha,pir tahu semua seluk beluknya, tak gampang bagi Shaka untuk benar-benar lupa. Sekarang, berkat pengakuan Clarisa, dia akan benar-benar menutup rumah itu. Bahkan, Shaka mulai menyesal pernah menjadikan Clarisa sebagai rumahnya dulu. Clarisa hanya menatap punggung Shaka yang menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Dia pah

