"Kamu sekarang susah banget buat dihubungi, lho. Chat dibales sekenanya, ditelpon gak diangkat. Kamu lagi sibuk apa, sih?" Siang ini, karena tidak bisa lagi menghindar, Tita akhirnya menyetujui permintaan Atta untuk bertemu. Kebetulan sekali hari ini dia harus menyerahkan beberapa berkas ke kampus, dan itu memudahkan Tita untuk meminta izin keluar dari rumah tanpa dicurigai, meski dia yakin kalau Shaka tidak akan berpikiran aneh-aneh. "Iya, maaf. Aku lagi nyusun semua persyaratan yang kurang. Kamu tahu kan kampus dan fakultas ini mimpi aku dari lama. Aku juga susah payah belajar biar dapat beasiswa ke sini?" jelas Tita. Atta paham dan tahu persis dengan perkataan Tita. Dia bahkan harus rela tak mengganggu pacarnya itu beberapa hari hanya agar Tita konsentrasi dengan ujiannya. "Tapi mi

