18.Willy Tak Tahan

1436 Kata
Willy nunggu di luar lobby, melihat Harari sedang ngobrol dengan seseorang. Willy nyamperin, “Ada apa Wil disini ?” Ari pamit pada seseorang yang sedang diajak ngobrolnya untuk menemui Willy. “Gue jemput El.” “Ohh, dia sedang ngobrol sama Glad,” “Glad ?” “Ya ini kan perusahaannya dia.” “Apa El tau ?” “Baru tau hari ini kayaknya, soalnya tadi pas liat Glad, El kelihatan kaget.” “Wil, lu sayang adik gue ?" “Gue tau lu b******k, sebenernya gak rela adik gue sama elu, tapi kalau adikku cinta ya mau gimana. Lu jangan sakitin dia.” “Gue gak akan nyakitin adik lu gwue janji.” “Gue belum nembak dia, gue ingin memantaskan diri. Sudah cukup buat gue sekarang.” “Kakak-kaka,k” teriak El. Mereka berdua menoleh, Willy melambaikan tangannya. “Gue berangkat dulu,”pamit Willy ke Ari “Kak aku pergi dulu yaa.” “Sini kaka peluk dulu,” Ari peluk El sun pipi kiri kanan. Kerinduan Ari sekian tahun rasanya belum hilang pada El. “Ayo…” Willy menggamit tangan El. Muncul Glad, melihat El dan Willy pergi. “Gue sakit banget mereka bareng.” Glad sedih. “Ikhlasin saja, di luar sana banyak El yang lain.” “Gue mau El yang ini.” Buuugh, kepala Glad ditonjok Ari. “Apa-apaan lu, Gue boss elu kalau lu lupa.” “Gue ga peduli,” “Gie yakin hari ini Willy ngomong ke El !” Buuuugghhh… Glad menonjok Ari. “Sialan,” Ari terjengkang, Glad ngeloyor pergi. = = = = = “Kak kok jemput aku, ada apa. Kakak kebiasaan ga pernah ngomong mau kemana.” “Aku juga gak tau kita mau kemana, kakak hanya ingin bicara saja.” “Ya sudah bicara saja sekarang.” “Ga mau bicaranya lagi nyupir.” “itu lagi nyupir bicara.” El ketawa, diikuti Willy “Apa kita ke pantai saja besok kan hari sabtu jadi pulang larut juga ga apa-apa.” “Dirumah saja yaa. Tapi mampir ke toko kue, di rumah sudah kosong. Ga ada camilan buat kakak” El ngingetin. Akhirnya mereka memutuskan untuk ngobrol di rumah. Beberapa saat mereka sampai di rumah. El memindahkan kue ke piring dan buat teh panas. Setelah mereka duduk. “Kakak mau bicara apa?” “Bingung sebenernya, tapi El jawab kalau kakak sudah nyuruh El Jawab.” El mengangguk. “El gak tau kalau kakak pria paling b******k, player, dulu hanya memikirkan kesenangan, tapi satu kakak tidak pernah maksa seorang cewek untuk berhubungan dengan kaka. jadi cewek-cewek yang tidur dengan kaka itu atas permintaan mereka, makanya kaka fikir semua cewek seperti itu. Kakak males punya cewek akhirnya.” Willy diem sesaat. “Ketika kakak naksir seseorang kakak baru sadar, kelakuan kakak ga pantas untuk cewek baik-baik. Sungguh kakak menyadari itu. Selama ini kaka berusaha memantaskan diri dulu untuk cewek itu. Semua kebiasaan kakak yang jelek sudah tinggalkan. Walau tetep merasa ga pantas. harus gimana hati kakak gak bisa di bohongi. Kakak menahan diri sekian tahun” “menurutmu gimana pantaskah kakak mendapatkan cewek baik-baik ?” “Yang El kenal walau kaka seperti itu, dimata El kakak adalah terbaik. Kaka nerima El numpang, Kaka mengurus El, menyayangi ibu dan bapak, gak nganggap pembantu. El pernah jadi pembantu jadi tau diluar sana ada yang begitu jahatnya. Kakak luar biasa. Tapi kakak bukan malaikat, jadi pasti ada sisi jeleknya. Menurutku siapapun pantas saja buat kakak yang penting Cinta saja. Kalau ceweknya cinta pasti nerima masa lalu kakak.” Willy narik nafas panjaaaang. “Kalau begitu pantaskah kakak mencintaimu El ? Dari El lulus SLTA sebenarnya kakak sudah menyukaimu, dari El jauh sebelum pacaran dengan Glad kakak sudah mencintai El, tapi kaka berusaha memungkirinya.” “Sekarang El jawab maukah jadi pacar kakak ? Tapi El berhak menolak kakak jangan karena El numpang disini ga enak jadi nerima. Kakak gak akan ngusir EL kok, walau El nolak kaeadaan ga akan berubah. Kakak akan tetep seperti sekarang” El menganga, menutup mulutnya dengan tangan. Lamaaaaaa. Akhirnya.. “Tau kah kaka, Olin selalu bilang gimana kalau tuanmu mencintaimu. Sampai sekarang Olin yakin suatu saat kakak akan mengatakannya. Tapi El selalu bilang sama Olin. Kaka adalah bulan buat El, terang benderang, seperti dekat, padahal ga bisa di jangkau. Aku pernah bilang kan ke kakak….” “Jangankan untuk membayangkan mencintai kakak untuk menatap kakak saja El perlu keberanian yang besar.” “Tapi setelah kita kerja paruh waktu, El baru menyadari kakak bisa di jangkau.” “Tapi El masih shock atas pernyataan kakak…” “El harus gimana, Bingung !” “Ya sudah kaka beri waktu besok jawab yaa.” El mengangguk. “Kakak ke kamar dulu ya…” El pun berdiri lalu ke belakang. = = = = = El gelisah di kamar, harus bagaimana ? kalaupun ngobrol dengan orangtuanya harus sudah jelas keputusannya. El ga mau membuat bingung orangtua angkatnya yang sangat di sayanginya. El mau berkorban apapun buat mereka. Semalaman El mencari-cari sesuatu yang berharga untuk memutuskan pilihan nya. El ingin minta saran Olin. Tapi sama saja apapun keputusannya hidup El sendiri yang akan menjalaninya. Dan yang lebih tau Willy adalah El daripada Olin. Ditempat lain Willy merasa lega sudah mengatakan isi hatinya. Ditolakpun Willy sudah menyiapkan hatinya. Walaupun dia seorang player baru kali ini serius menyatakan isi hatinya pada seseorang dan memerlukan waktu yang lama untuk memahaminya. Willy meraih ponsel kirim pesan di grup. Willy : Gue sudah nembak Ellen. Xen : Beneran ? Jery : Hasilnya ? Trigon : Kalo lu diterima kita liburan di kapal pesiar. Willy : Gue ga yakin. Jery : Seorang Willy ditolak, pasti tercatat dalan Guiness of Book. Xen : tercatat di bar gue. Trigon : jadikan prasasti. Xen : tapi sumpah gue salut sama lu ga tergesa-gesa penuh perhitungan. Goodluck we pokona mah, Jery : Malam ini kita berdoa buat Willy, sudah merangkak dari tepi neraka, bisa nyampe pintu surga. Willy : Aamiin = = = = = Pagi-pagi El sudah menyiapkan sarapan untuk Willy, sandwich isi telor dan daging bacon diisi irisan tomat, timun dan letuce. El menunggu Willy dengan gelisah, karena ini hari Sabtu, Willy biasanya agak siangan sarapannya. Setelah cukup lama menunggu akhirnya Willy turun. “Sudah nunggu lama,” “Lumayan,” El jawab. “Sudah punya jawaban buat kaka ?” Willy tak menutupi rasa penasarannya. “Ayo makan dulu, kalau sebelum makan nanti denger jawabannya jadi ga mau makan.” Sahut El santai. Deg, Willy hampir tersedak. “Apapun jawabanmu kakak sudah siap kok.” Willy berusaha tenang. “Ya harus siap, masa harus kabur.” El makin membuat Willy ciut. Willy makan dengan santai, karena ga mau terlihat penasaran, padahal mah degdegan, momen ini ditunggu dari beberapa tahun lalu. Setelah minum, “Sekarang sudah siap mendengarkan keputusanmu.” “Ayo kitaa pindah ke ruang keluarga dulu.” El berdiri pindah ruangan. “Ka, hanya satu pertimbangan nya yang membuat mengambil keputusan ini. El semalam berfikir kemana-mana, tapi ternyata hanya butuh satu alasan untuk jawaban nya.” “Ayo dong Ellen jangan bikin degdegan, aku semalam sudah susah tidur, masa sekarang masih di buat degdegan.” El tersenyum. “Ka, bener kakak mencintaiku ?” Willy mengangguk. Karena mencintaimu kakalk berusaha berubah. “Kalau memikirkan perasaan saat ini, sejujurnya El masih bingung.” “Ayo sekarang kita coba dulu hubungan kita ?” Jawab El pelan. “Apa El ?” Willy ingin meyakinkan. “Siaran ulangnya hanya sekali. Dengarkan baik-baik. KITA COBA DULU HUBUNGAN KITA” “Makasih El, kakak akan berusaha menjadi yang terbaik buat El.” “Tapi ngomong-ngomong tadi El membuat keputusan ini hanya satu alasan, boleh kakak tau ?” “Kalau El pacaran dengan yang lain El sudah cape nutupin keadaan El, untuk menjaga perasaan ibu dan bapak, sebagai bukti Glad akhirnya mengungkitnya. Tapi Kaka sudah tau El, ibu dan bapak El dari A sampe Z.” El menarik nafas. “Jadi kalau sudah ada yang memahami kehidupan El, kenapa harus mencari orang lain yang belum memahami El dan keluarga El” “Terima kasih El.” “Terima kasih Kakak." “Jadi kita jadian hari ini yaa!!” Willy lalu merentangkan tangan untuk memeluk El. “Kak, isi kulkas sudah kosong, nanti sore kita belanja ya ?” ucap El. “Apa ? Belanja sama kaka ?” “El mengangguk. Kita jalan-jalan di mall pulangnya belanja.” “Kaka belum pernah belanja keperluan kulkas.” “Ya sekarang di coba yaa.” Willy mengangguk, kan akan mencoba kehidupan yang berbeda. ***TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN